JDI — Industri kopi di Indonesia terus berkembang dan membuka peluang kerja baru, terutama bagi orang yang tertarik bekerja di kafe, coffee shop, hotel, maupun restoran. Salah satu profesi yang banyak menarik perhatian adalah barista. Namun, menjadi barista bukan sekadar bisa membuat kopi atau menggambar latte art. Profesi ini membutuhkan pengetahuan tentang biji kopi, keterampilan mengoperasikan mesin, kemampuan meracik minuman, hingga pelayanan pelanggan.
Lantas, bagaimana cara menjadi barista profesional jika kamu belum punya pengalaman sama sekali?
Kabar baiknya, kamu tidak harus berasal dari sekolah perhotelan atau memiliki pengalaman kerja di industri F&B untuk memulai karier ini. Kamu bisa belajar dari dasar, berlatih secara konsisten, lalu membangun pengalaman melalui pelatihan maupun praktik langsung.
Agar langkahmu lebih terarah, berikut panduan yang bisa kamu ikuti untuk mempersiapkan diri menjadi barista profesional.
Mengenal Profesi Barista dan Peluang Kerjanya
Barista adalah tenaga profesional yang bertanggung jawab menyiapkan, meracik, dan menyajikan minuman, terutama kopi, sesuai standar kualitas sebuah kedai atau tempat usaha. Selain membuat minuman, barista juga mengoperasikan mesin kopi, menjaga kebersihan area kerja, mengelola bahan baku, dan melayani pelanggan. Di lingkungan kerja modern, tanggung jawab barista bahkan bisa mencakup pengembangan menu, pengendalian persediaan, serta koordinasi dengan tim dapur dan pelayanan.
Lalu, di mana saja seorang barista bisa bekerja?
Beberapa pilihan tempat kerja yang bisa kamu pertimbangkan antara lain:
-
Coffee shop dan specialty coffee: Menyiapkan berbagai minuman kopi serta memberikan pengalaman menikmati kopi kepada pelanggan.
-
Hotel dan restoran: Mengelola penyajian kopi untuk kebutuhan tamu dan operasional food and beverage.
-
Kafe di pusat perbelanjaan: Melayani pelanggan dengan alur kerja yang cepat dan konsisten.
-
Perusahaan katering dan hospitality: Menyiapkan minuman untuk berbagai acara atau kebutuhan layanan.
-
Usaha kopi mandiri: Membuka kedai kopi atau mengembangkan bisnis minuman sendiri.
Dengan pilihan tersebut, profesi barista tidak hanya menawarkan kesempatan bekerja di kedai kopi. Kamu juga bisa mengembangkan karier di industri hospitality dan food and beverage.
Cara Menjadi Barista Profesional dari Nol
Jika kamu benar-benar pemula, jangan langsung berpikir harus menguasai semua teknik kopi. Sebaliknya, bangun keterampilan secara bertahap agar kamu memiliki dasar yang kuat. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu mulai :
1. Pelajari Dasar-Dasar Kopi
Langkah pertama dalam cara menjadi barista profesional adalah memahami kopi sebagai bahan utama pekerjaanmu. Kamu perlu mengenal jenis biji kopi, karakter rasa, tingkat pemanggangan atau roasting, serta ukuran gilingan atau grind size.
Misalnya, kopi Arabika umumnya memiliki karakter rasa yang lebih beragam, mulai dari fruity, floral, hingga sedikit asam. Sementara itu, Robusta cenderung memiliki rasa lebih kuat, tingkat kepahitan lebih terasa, dan kandungan kafein lebih tinggi.
Selain jenis biji kopi, pelajari juga beberapa istilah penting seperti:
- Single origin: Kopi yang berasal dari satu wilayah atau sumber tertentu.
- Blend: Campuran dua atau lebih jenis kopi untuk menghasilkan karakter rasa tertentu.
- Roasting: Proses menyangrai biji kopi untuk mengembangkan aroma dan rasa.
- Grinding: Proses menggiling biji kopi sebelum penyeduhan.
- Extraction: Proses mengambil senyawa rasa dari kopi menggunakan air.
Pengetahuan tersebut akan membantu kamu memahami alasan di balik setiap proses pembuatan kopi. Dengan begitu, kamu tidak hanya mengikuti resep, tetapi juga mampu mengidentifikasi penyebab perubahan rasa minuman.
2. Kuasai Penggunaan Mesin Espresso
Setelah memahami dasar kopi, kamu perlu belajar menggunakan peralatan utama seorang barista, terutama mesin espresso dan coffee grinder. Mesin espresso bekerja dengan tekanan untuk mengekstraksi kopi dari bubuk yang sudah digiling. Proses ini membutuhkan ketepatan dosis kopi, tingkat kehalusan gilingan, distribusi bubuk, tekanan saat tamping, dan waktu ekstraksi.
Kamu juga perlu memahami beberapa teknik dasar berikut:
- Grinding: Mengatur tingkat kehalusan bubuk kopi.
- Dosing: Menentukan jumlah bubuk kopi sesuai resep.
- Tamping: Memadatkan bubuk kopi di dalam portafilter.
- Extraction: Menghasilkan espresso dengan memperhatikan waktu dan hasil seduhan.
- Milk steaming: Memanaskan sekaligus menghasilkan tekstur susu menggunakan steam wand.
Jangan hanya berlatih membuat espresso sekali atau dua kali. Sebaliknya, lakukan pengulangan agar kamu memahami bagaimana perubahan ukuran gilingan dan teknik ekstraksi memengaruhi rasa kopi. Selain itu, pelajari cara membersihkan dan merawat mesin. Sebab, barista profesional juga bertanggung jawab menjaga peralatan tetap higienis dan berfungsi dengan baik.
3. Latih Teknik Manual Brewing dan Latte Art
Kemampuan membuat espresso memang penting. Namun, seorang barista juga sebaiknya mengenal metode penyeduhan manual atau manual brewing. Beberapa metode yang bisa kamu pelajari antara lain:
- V60: Menggunakan alat berbentuk corong untuk menyeduh kopi dengan teknik tuang.
- French Press: Menggunakan tekanan manual untuk memisahkan ampas kopi dari hasil seduhan.
- AeroPress: Menggunakan kombinasi perendaman dan tekanan untuk menghasilkan kopi.
- Pour Over: Teknik menyeduh kopi dengan menuangkan air secara bertahap melalui bubuk kopi.
Setiap metode menghasilkan karakter minuman yang berbeda. Karena itu, kamu perlu memahami perbandingan kopi dan air, suhu air, ukuran gilingan, serta waktu penyeduhan. Selanjutnya, kamu bisa mulai belajar latte art. Teknik ini menggunakan tekstur susu yang tepat untuk membentuk pola seperti heart, tulip, dan rosetta.
Namun, jangan terlalu fokus mengejar latte art yang rumit. Utamakan konsistensi espresso dan kualitas tekstur susu terlebih dahulu.
4. Tingkatkan Kemampuan Komunikasi dan Pelayanan
Barista bukan hanya bekerja di belakang mesin kopi. Kamu juga berinteraksi langsung dengan pelanggan setiap hari. Karena itu, kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu kamu kembangkan. Misalnya, pelanggan mungkin belum memahami perbedaan cappuccino, latte, dan americano. Kamu perlu menjelaskan karakter setiap minuman dengan bahasa yang sederhana agar mereka bisa menentukan pilihan. Selain itu, latih kemampuan berikut:
- Menyambut pelanggan dengan ramah.
- Mencatat pesanan secara akurat.
- Memberikan rekomendasi menu.
- Menangani keluhan dengan tenang.
- Berkomunikasi dengan rekan kerja.
- Memahami istilah dasar bahasa Inggris dalam pelayanan.
Kemampuan tersebut akan membantu kamu menghadapi berbagai situasi di lingkungan kafe. Bahkan, pelayanan yang baik bisa membuat pelanggan merasa nyaman dan kembali berkunjung.
5. Cari Pengalaman Kerja di Industri F&B
Pengetahuan dan keterampilan teknis akan semakin berkembang ketika kamu menggunakannya dalam situasi kerja nyata. Oleh karena itu, mulailah mencari kesempatan untuk mendapatkan pengalaman di industri food and beverage. Kamu bisa mencoba beberapa cara berikut:
- Melamar posisi barista junior atau trainee.
- Mengikuti program magang di coffee shop.
- Mencari pengalaman sebagai crew kafe.
- Mengikuti workshop atau kelas praktik barista.’
- Berlatih langsung menggunakan mesin kopi di tempat pelatihan.
Jangan langsung merasa minder jika belum mendapatkan posisi barista. Pengalaman sebagai kasir, waiter, atau crew outlet juga bisa membantu kamu memahami operasional kafe. Selain itu, dokumentasikan hasil latihanmu. Foto latte art, video proses pembuatan espresso, dan daftar minuman yang sudah kamu kuasai bisa menjadi portofolio sederhana ketika melamar pekerjaan.
Keterampilan yang Harus Dimiliki Barista Profesional
Untuk bekerja secara profesional, kamu perlu menguasai lebih dari sekadar teknik meracik kopi. Berikut beberapa keterampilan yang sebaiknya kamu persiapkan.
| Keterampilan | Kemampuan yang Perlu Dikuasai |
|---|---|
| Pengetahuan kopi | Mengenal biji kopi, roasting, grinding, dan karakter rasa |
| Pengoperasian alat | Menggunakan espresso machine, grinder, dan alat manual brewing |
| Pengembangan produk | Membuat variasi minuman kopi sesuai standar resep |
| Kebersihan kerja | Menjaga sanitasi peralatan dan area kerja |
| Pelayanan pelanggan | Menerima pesanan, memberikan rekomendasi, dan menangani keluhan |
| Pengelolaan bahan baku | Menyimpan, memeriksa, dan mengontrol persediaan |
| Komunikasi | Berinteraksi dengan pelanggan dan bekerja sama dalam tim |
| Keselamatan kerja | Mengikuti prosedur kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja |
Menariknya, kompetensi tersebut juga sejalan dengan materi kompetensi barista yang tercantum dalam program pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan. Artinya, kemampuan seorang barista mencakup aspek teknis, operasional, dan pelayanan secara bersamaan.
Apakah Barista Harus Mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi?
Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi pemula yang ingin segera bekerja di coffee shop. Pada dasarnya, kamu tidak selalu membutuhkan sertifikat untuk mulai melamar pekerjaan sebagai barista. Beberapa kafe lebih mengutamakan keterampilan praktik, pengalaman, kedisiplinan, dan kemampuan melayani pelanggan. Namun, mengikuti pelatihan dan sertifikasi profesi bisa memberikan nilai tambah bagi perjalanan kariermu.
Pelatihan barista membantu kamu mempelajari teori dan praktik secara lebih terstruktur. Kamu bisa belajar menggunakan mesin espresso, mengembangkan produk minuman kopi, menjaga kebersihan area kerja, hingga menangani pelanggan. Sementara itu, sertifikasi kompetensi memberikan pengakuan terhadap kemampuan kerja seseorang berdasarkan standar kompetensi yang berlaku.
Di Indonesia, pemerintah telah menetapkan standar kompetensi bidang penyediaan minuman kopi melalui Kepmenaker Nomor 32 Tahun 2023, khusus untuk kedai UMKM. Standar ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan bahan baku dan peralatan hingga teknik penyeduhan, pengendalian kualitas, dan pengelolaan usaha.
Melalui proses uji kompetensi, peserta dapat menunjukkan kemampuan yang mereka miliki kepada asesor sesuai skema dan persyaratan yang berlaku.
Jadi, jika kamu ingin membangun karier secara lebih serius, jangan hanya mengandalkan pengalaman informal. Tingkatkan kemampuan melalui pelatihan dan pertimbangkan sertifikasi profesi sebagai bukti kompetensi kerja.
Tips agar Lebih Mudah Diterima Bekerja di Kafe
Setelah mempelajari keterampilan dasar, sekarang waktunya mempersiapkan diri untuk melamar pekerjaan. Persaingan di industri coffee shop cukup menarik karena banyak orang ingin bekerja di lingkungan yang berhubungan dengan kopi. Namun, kamu bisa meningkatkan peluang diterima dengan persiapan yang tepat. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan.
1. Buat CV yang menunjukkan keterampilan
Cantumkan kemampuan yang sudah kamu pelajari, seperti penggunaan mesin espresso, manual brewing, latte art, dan pelayanan pelanggan. Jika belum memiliki pengalaman kerja, masukkan pengalaman praktik atau pelatihan yang pernah kamu ikuti.
2. Siapkan portofolio sederhana
Dokumentasikan hasil latihan membuat kopi. Dengan begitu, pemilik kafe atau perekrut bisa melihat perkembangan keterampilanmu secara langsung.
3. Pelajari menu coffee shop tujuanmu
Sebelum wawancara, cari tahu jenis minuman yang mereka jual. Pelajari perbedaan espresso, americano, cappuccino, latte, dan menu andalan lainnya.
4. Tunjukkan sikap profesional
Datang tepat waktu, berpakaian rapi, bersikap ramah, dan tunjukkan kemauan belajar. Sikap kerja yang baik menjadi modal penting untuk berkembang di industri F&B.
5. Ikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi
Jika kamu ingin memiliki bekal yang lebih terarah, ikuti program pelatihan dan uji kompetensi sesuai bidang pekerjaan. Langkah ini membantu kamu mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan kredibilitas profesional.
Dengan persiapan tersebut, kamu bisa membangun kepercayaan diri saat mengikuti proses rekrutmen, meskipun baru memulai perjalanan sebagai barista.
FAQ SEO Seputar Profesi Barista
1. Apakah pemula bisa menjadi barista tanpa pengalaman?
Tentu bisa. Kamu tidak harus memiliki pengalaman kerja sebelumnya untuk memulai karier sebagai barista. Namun, kamu perlu mempelajari dasar-dasar kopi, penggunaan mesin espresso, teknik penyeduhan, dan pelayanan pelanggan. Mengikuti pelatihan barista juga bisa membantu kamu mempersiapkan keterampilan sebelum melamar pekerjaan di kafe.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar menjadi barista?
Waktu belajar setiap orang berbeda, tergantung metode pelatihan dan intensitas praktik. Kamu bisa mempelajari keterampilan dasar dalam beberapa minggu melalui pelatihan intensif. Namun, untuk menguasai teknik ekstraksi espresso, latte art, dan operasional kafe secara konsisten, kamu tetap membutuhkan latihan dan pengalaman kerja.
3. Apakah sertifikat barista penting untuk melamar kerja di kafe?
Sertifikat barista bukan selalu menjadi persyaratan wajib ketika melamar pekerjaan. Namun, sertifikat kompetensi dapat menjadi nilai tambah karena menunjukkan bahwa kamu telah mengikuti proses penilaian berdasarkan standar kompetensi tertentu. Selain itu, sertifikasi dapat membantu meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan terhadap kemampuan profesionalmu.
Tingkatkan Kompetensi dan Bangun Karier sebagai Barista Profesional Bersama Jana Dharma Indonesia
Memulai karier sebagai barista membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan membuat kopi. Kamu juga perlu memahami standar operasional, menguasai penggunaan peralatan, menjaga kualitas minuman, serta memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Jika kamu ingin meningkatkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengakuan kompetensi secara profesional, sertifikasi profesi bisa menjadi langkah berikutnya.
Jana Dharma Indonesia hadir untuk membantu tenaga kerja di bidang pariwisata dan hospitality meningkatkan kompetensi melalui program sertifikasi profesi sesuai skema yang tersedia.
Melalui proses sertifikasi, kamu memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan kerja berdasarkan standar kompetensi yang berlaku. Dengan begitu, kamu bisa lebih percaya diri dalam membangun karier di industri coffee shop, restoran, hotel, maupun bidang hospitality lainnya.
Jangan biarkan keterampilanmu hanya sebatas pengalaman. Tingkatkan nilai profesionalmu melalui sertifikasi kompetensi bersama Jana Dharma Indonesia.
Hubungi tim kami untuk mendapatkan informasi jadwal, persyaratan, dan ketersediaan skema sertifikasi profesi barista.
๐ WA Admin: 0813 805 8460
โ๏ธ Email: lspp.janadharmaindonesia@gmail.com
๐ Website: lsppariwisata.com

